Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Infak Hamba Allah 4 kodi Atap ke ponpes MIFTAH KHAIRIL UMMAH

Ahad, 28 Februari 2021 melaju sebuah Mobil L 300 warna putih ke pondok pesantren MIFTAH KHAIRIL UMMAH Desa Koto baru kecamatan Singingi Hilir kabupaten kuantan dengan bermuatan 4 kodi Atap Seng.

Sebelum pembongkaran 4 kodi Atap Seng tersebut pemilik toko bangunan IRSHYAAD ( Rian) sampaikan kepada pimpinan pondok pesantren MIFTAH KHAIRIL UMMAH Desa Koto baru kecamatan Singingi Hilir Buya Alzekrillah Syaf, S. Psi bahwa Atap Seng ini adalah INFAK Hamba Allah yang enggan disebutkan namanya.

4 kodi Atap Seng tersebut langsung di bongkar di samping Asrama putra pondok pesantren MIFTAH KHAIRIL UMMAH. Atap seng ini akan di gunakan untuk pengatapan Masjid Uswatun Hasanah pondok pesantren MIFTAH KHAIRIL UMMAH yang menghabiskan 8 Kodi Atap Seng dan 6 Kubik kayu ukuran 5/10.

Bangun Masjid Walau Hanya Menyumbang Satu Batako. Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ

“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Mafhash qathaah dalam hadits artinya lubang yang dipakai burung menaruh telurnya dan menderum di tempat tesebut. Dan qathah adalah sejenis burung.

Ibnu Hajar dalam Al-Fath (1: 545) menyatakan,

(مَنْ بَنَى مَسْجِدًا) التَّنْكِير فِيهِ لِلشُّيُوعِ فَيَدْخُلُ فِيهِ الْكَبِير وَالصَّغِير ، وَوَقَعَ فِي رِوَايَةِ أَنَس عِنْدَ التِّرْمِذِيِّ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا

“Maksud dari “siapa yang membangun masjid” digunakan isim nakirah yang menunjukkan keumuman, sehingga maksud hadits adalah siapa yang membangun masjid besar maupun kecil. Dalam riwayat Anas yang dikeluarkan oleh Tirmidzi yang mendukung yang menyatakan dengan masjid kecil atau besar.”

Sebagian ulama lainnya menafsirkan hadits tersebut secara tekstual. Maksudnya, siapa membangun masjid dengan menambah bagian kecil saja yang dibutuhkan, tambahan tersebut seukuran tempat burung bertelur; atau bisa jadi caranya, para jama’ah bekerja sama untuk membangun masjid dan setiap orang punya bagian kecil seukuran tempat burung bertelur; ini semua masuk dalam istilah membangun masjid. Karena bentuk akhirnya adalah suatu masjid dalam benak kita, yaitu tempat untuk kita shalat.

Berarti penjelasan Ibnu Hajar di atas menunjukkan bahwa jika ada yang menyumbang satu sak semen saja atau bahkan menyumbang satu bata saja, sudah mendapatkan pahala untuk membangun masjid … masya Allah.

Yang Penting Ikhlas Ketika Menyumbang

Berapa pun besar sumbangan untuk masjid harus didasari niatan ikhlas karena Allah. Karena yang dimaksud lillah, kata Ibnu Hajar adalah ikhlas (karena Allah). (Fath Al-Bari, 1: 545). Jadi, pahala besar membangun masjid yang disebutkan dalam hadits yang kita kaji bisa diraih ketika kita ikhlas dalam beramal, bukan untuk cari pujian atau balasan dari manusia.

Maksud Dibangunkan Bangunan Semisal di Surga

Hadits tentang keutamaan membangun masjid juga disebutkan dari hadits Utsman bin Affan. Di masa Utsman yaitu tahun 30 Hijriyah hingga khilafah beliau berakhir karena terbunuhnya beliau, dibangunlah masjid Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Utsman katakan pada mereka yang membangun sebagai bentuk pengingkaran bahwa mereka terlalu bermegah-megahan. Lalu Utsman membawakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِى الْجَنَّةِ مِثْلَهُ

“Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga.” (HR. Bukhari no. 450 dan Muslim no. 533).

Kata Imam Nawawi rahimahullah, maksud akan dibangun baginya semisal itu di surga ada dua tafsiran:

1- Allah akan membangunkan semisal itu dengan bangunan yang disebut bait (rumah). Namun sifatnya dalam hal luasnya dan lainnya, tentu punya keutamaan tersendiri. Bangunan di surga tentu tidak pernah dilihat oleh mata, tak pernah didengar oleh telinga, dan tak pernah terbetik dalam hati akan indahnya.

2- Keutamaan bangunan yang diperoleh di surga dibanding dengan rumah di surga lainnya adalah seperti keutamaan masjid di dunia dibanding dengan rumah-rumah di dunia. (Syarh Shahih Muslim, 5: 14)

Mahyu Budiman, S.pd.I sampaikan ucapan terima kasihnya kepada para Darmawan yang telah menginfakan 4 Kodi Atap Seng tersebut. Semoga Allah bangunkan istana di surga, jika ada penyakit segera Allah sembuhkan, jika ada permasalahan segera di berikan jalan keluar nya, berkah seluruh hartanya, di murah Rezekinya Serta akan menjadi catatan Amal jariyah nya yang selalu mengalir pahala nya Aamiiin... imbuhnya

Posting Komentar untuk "Infak Hamba Allah 4 kodi Atap ke ponpes MIFTAH KHAIRIL UMMAH"